Tentang Kami

Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, berdiri dengan dasar hukum Surat Keterangan Ketua Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Nomor 18/J07.1.36/IK/10/2001.

Berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2016, maka sejak tanggal 17 Desember 2016, KeSEMaT secara resmi menjadi organisasi mahasiswa di tingkat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.

Organisasi ini memiliki misi dan tujuan mengembangkan penelitian tentang ekosistem mangrove di kalangan mahasiswa, menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta mangrove di kalangan anggotanya, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, serta mewujudkan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat ilmiah dan mengarah kepada konservasi ekosistem mangrove, dengan motto "konservasi, penelitian, kampanye, pendidikan dan dokumentasi mangrove untuk generasi mendatang".

Berikut ini adalah profil KeSEMaT, yang diusulkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, sehingga KeSEMaT yang mewakili Kota Semarang, pada akhirnya berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi Coastal Awards 2012 kategori Akademisi tingkat nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Sebagai organisasi mahasiswa, sesuai dengan mottonya, KeSEMaT memfokuskan dirinya dalam kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi mangrove yang diimplementasikan dalam program-program pengajaran, penyuluhan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kampanye dan pendampingan pembelajaran konsep rehabilitasi mangrove yang baik dan benar dan teknik pengolahan bahan makanan berbahan baku mangrove untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat pesisir.

KeSEMaT berhasil menghijaukan kembali kurang lebih 20 ha lahan mangrove gundul di pesisir pantai Desa Teluk Awur, Jepara melalui program penanaman dan pemeliharaan mangrove secara kontinyu dengan kelulushidupan mencapai 90%, di setiap tahunnya, mulai dari tahun 2003 sampai dengan sekarang.

Selama kurun waktu 2003 sampai dengan 2012 ini, maka KeSEMaT telah menanam kurang lebih 100.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa.

Konsep pembelajaran KeSEMaT yang unik, yaitu dengan program kampanye mangrovenya di internet, melalui Jaringan KeSEMaTONLINE-nya, telah menjadikan kampanye mangrove di Indonesia menjadi sangat efektif.

Kelompok mahasiswa ini write my essay telah berhasil membangun sebuah portal mangrove yang menjangkau masyarakat di seluruh dunia. Kualitas program mangrove KeSEMaT terbukti sangat baik sehingga telah menembus batas “niche”-nya sebagai mahasiswa.

Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya dan dipercayainya organisasi mahasiswa di bawah Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang ini, bermitra dengan beberapa dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional serta organisasi dari dalam dan luar negeri yang menjadikan KeSEMaT sebagai organisasi mahasiswa, yang memiliki mitra kerja yang luas.

KeSEMaT berkontribusi nyata dalam turut serta menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna mangrove, dengan berbagai program kerja mangrovenya, sesuai dengan motonya di atas. Salah satu contohnya adalah, beberapa jenis mangrove yang dulunya tidak ditemukan di Teluk Awur, Jepara, yaitu Bruguiera gymnorrizha, kini bisa ditemukan di sana setelah gay fuck mereka berhasil mendatangkan dan mengkayakannya dari Bali.

Selanjutnya, tumbuhnya beberapa jenis mangrove, seperti Rhizophora dan Ceriops di lahan yang dulunya gundul, telah berhasil menjadi tempat hidup beragam fauna mangrove, seperti kerang, ikan, kepiting, udang dan lain-lain.

Pengkayaan spesies yang telah dilakukan KeSEMaT ini, sebagai perwuju hot gay porn dan dari upaya mereka dalam aksi nyata penyelamatan jenis dan keanekaragaman hayati di bumi.

Keberhasilan KeSEMaT dalam mendirikan area konservasi dan pendidikan mangrove mereka di lahan yang dulunya gundul dengan usaha swadaya anggota mereka, yang diberi nama Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), membuktikan bahwa dampak kegiatan mangrove KeSEMaT sangat baik bagi kawasan pesisir, terutama di desa Teluk Awur.

Sebelum adanya MECoK, abrasi sering terjadi di pantai tersebut, yang saat ini sudah mulai bisa dicegah dan diminimalisir. Mangrove yang saat ini tumbuh kurang lebih 7 meter, berhasil menjadi penghalang-abrasi-alami yang sempurna, serta mampu memulihkan kondisi ekologis vegetasi mangrove di pesisir pantai Teluk Awur.

Bersama dengan salah satu yayasan lingkungan di Semarang, KeSEMaT juga telah melakukan program kemitraan berkonsep pemberdayaan masyarakat di Semarang.

Sebuah konsep pembangunan kebun bibit mangrove dengan tujuan untuk implementasi program pemeliharaan mangrove yang belum dilakukan di Semarang, sebagai hasil dari proses adopsi dari konsep mereka membangun MECoK di Jepara, terbukti berhasil merubah persepsi masyarakat mengenai teknik rehabilitasi mangrove yang selama ini dijalankan di sana.

Saat ini, kebun bibit mangrove tersebut, juga telah berhasil dijadikan salah satu cara untuk menambah penghasilan kelompok masyarakat setempat, dengan cara menjualnya ke beberapa pihak yang membutuhkan.

Organisasi mahasiswa ini, telah berhasil menulis dua buah buku mangrove, yaitu Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Indonesia dan Beragam Bahan Olahan Berbahan Baku Mangrove, hasil kerjasama mereka dengan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Mangrove For the Future (MFF) Thailand dan International Union for Conservation and Nature (IUCN) Swiss.

Buku ini, telah dijadikan semacam “rujukan” bagi para penggiat mangrove tak hanya di Jawa Tengah saja, tetapi di Indonesia, karena telah didistribusikan secara luas melalui forum-forum mangrove, seperti Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS), Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah dan Kelompok Kerja Mangrove Nasional (KKMN) di Jakarta.

Yang menarik adalah, buku mengenai pengolahan bahan makanan dan minuman dari mangrove ini, juga merupakan sebuah inovasi dan upaya KeSEMaT dalam rangka mempopulerkan kembali mangrove kepada masyarakat luas, melalui konsep wirausaha pemanfaatan buah-buahan mangrove untuk makanan, minuman, sabun, kerajinan batik, dan lain-lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

KeSEMaT memiliki program kerja mangrove kurang lebih 30 buah dalam jangka waktu satu tahun, yang mereka kerjakan dengan konsep swadaya (voluntary) dan kontinyu mulai dari tahun 2001 hingga sekarang.

Secara rutin, mereka menyelenggarakan dan mengikuti program pendampingan, penyuluhan, pelatihan, seminar dan kampanye mangrove tingkat regional hingga nasional ke berbagai level masyarakat, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional dan internasional.

KeSEMaT memiliki kurang lebih 32 mitra kerja yang terdiri dari LSM, dinas pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, kementerian dan institusi mangrove internasional dari luar negeri.

Saat ini, organisasi mangrove yang dikelola oleh mahasiswa ini, memegang peranan yang sangat strategis di tiga forum mangrove pemerintah, yaitu di tingkat kota (KKMKS), provinsi (KKMD Jawa Tengah) dan pusat (KKMN).

KeSEMaT aktif di ketiga forum tersebut sebagai pengelola website, anggota dan pengurus harian sehingga terlibat aktif dalam turut serta mengonsep dan mengimplementasikan beragam proyek dan program mangrove di ketiga forum tersebut dan seringkali berkunjung ke berbagai daerah pesisir di PANTURA Jawa untuk terjun langsung dan melihat permasalahan dan kondisi masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, kapasitas KeSEMaT yang telah berpengalaman dan berkecimpung dalam pengelolaan mangrove selama kurang lebih sebelas tahun terakhir, kiranya juga telah menarik minat dan perhatian dari banyak pihak sehingga menyewa mereka sebagai pembicara, tenaga ahli, penyuluh, pendamping, pengajar mangrove dan lain-lain terkait dengan pengelolaan mangrove sehingga para anggotanya juga telah berkunjung ke berbagai wilayah pesisir di Indonesia, seperti Kalimantan, NAD, Nias, Jawa, Sumbawa, dan daerah lainnya, untuk membantu penelitian dan pemberdayaan masyarakat serta mengerjakan beragam pekerjaan dan proyek mangrove bersama dengan pemerintah, LSM, swasta (melalui program CSR-nya) dan institusi terkait di sana.

Program kerja KeSEMaT selama sebelas tahun terakhir telah membuktikan lesbian porn vids bahwa mereka berhasil mengimplementasikan program-program konservasi, rehabilitasi, dan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil, dalam hal ini mangrove dengan sangat baik.

Konsep “pembangunan” mangrove KeSEMaT sangat unik dan orisinil dalam turut serta mengelola ekosistem mangrove di Indonesia, yang dituangkan di program-program kampanye mangrove mereka.

Ide-ide kreatif dan breakthrough, seperti mendirikan sukarelawan mangrove bernama KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) di berbagai kota pesisir di Indonesia, membangun portal mangrove KeSEMaTONLINE, membuat buku mangrove, menyutradarai film mangrove, menulis Cerpen Mangrove (CERMANG), menggambar komik mangrove Detektif Mangrove Mat Kesem, menciptakan band mangrove bernama KeSEMaTUSTIK, menginisiasi hadirnya dongeng mangrove dengan media Boneka Mangrove (BOMANG), membuat gerakan Koin Untuk Mangrove bernama KUMANG, sangat aktif berkampanye mangrove di media dan porn cartoon jejaring sosial terkini, seperti YouTube, Google+, Quora, Facebook, Twitter, KASKUS, Blog, dan lain-lain, mengisyaratkan bahwa KeSEMaT sangat inovatif dalam mengkampanyekan mangrove dengan cara yang lebih modern tanpa meninggalkan yang konvensional.

Ide kampanye mangrove mereka, menjadi penting dan sangat berarti karena anak-anak muda ini berhasil menerapkan konsep peribahasa “Lebih Baik Memberi Kail Daripada Ikannya”.

KeSEMaT berhasil merubah persepsi masyarakat bahwa melestarikan mangrove tidak hanya bisa dilakukan dengan terus menerus menanami pesisir dengan mangrove saja. Lebih dari itu, mereka mampu meletakkan landasan utama dari program pelestarian mangrove, yaitu menyebarkan pengetahuan dan pendidikan mangrove ke masyarakat luas yang menjadi dasar utama bagi pengelolaan mangrove di Indonesia.

Saat ini, KeSEMaT juga sedang menggodok, konsep Sertifikat Keahlian untuk Tenaga Ahli dan Pelaksana Proyek Mangrove untuk meminimalisir kegagalan proyek lesbian videos rehabilitasi mangrove yang semakin marak di Indonesia.

Hebatnya lagi, kampanye Sertifikasi Mangrove Safe KeSEMaT yang dipergunakan sebagai sebuah jaminan bagi perusahaan pertambakan terutama udang agar mau dan mampu melindungi daerah mangrove-nya, merupakan ide kreatif dan inovatif yang juga telah berhasil “diadopsi” ke tingkat nasional, sebagai salah satu kampanye program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta.

Selanjutnya, berlatar belakang akademisi, telah menjadikan KeSEMaT sebagai agen mangrove yang bisa dipertanggungjawabkan keahliannya dan terbukti mampu menjembatani antara semua stakeholder mangrove di semua level masyarakat.

Hal ini, bisa dibuktikan dari tingkat partisipasi dan respon yang sangat baik dari setiap kampanye dan program mangrove yang diselenggarakan oleh KeSEMaT, sehingga mereka berhasil mempertemukan ratusan penggiat mangrove dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri, selama kurang lebih sebelas tahun terakhir ini.

Lima penghargaan bergengsi yang diraih KeSEMaT adalah sebagai berikut :

1. Juara II Adibakti Mina Bahari tahun 2007 tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai Insan Peduli Lingkungan Pesisir nude celebrities kategori Lembaga Swadaya Masyarakat.

2. Juara III Adibakti Mina Bahari tahun 2011 tingkat Nasional bidang Pesisir kategori Kelompok Masyarakat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

3. Penghargaan Rektor Universitas Diponegoro tahun 2011 sebagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan Berprestasi Nasional.

4. Juara I tingkat Nasional KOMPAS KAMPUS tahun 2012 Green Living and Youth Creativity judul program MANGROVEST 2012 : Green Coastal, Clean Environment.

5. Peraih Penghargaan Coastal Award 2012 Kategori Akademisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Namun demikian, torehan prestasi KeSEMaT dalam bidang rehabilitasi mangrove di Indonesia ini, juga tak lepas dari kendala, terutama dalam hal pendanaan.

Konsep swadaya - dimana mereka menyisihkan uang saku kuliahnya untuk membiayai program-program rehabilitasi mangrove mereka secara mandiri -, yang “dianut” oleh anak-anak muda ini, terkadang menimbulkan masalah disaat mereka harus menjalankan 30-an program kerjanya di setiap tahunnya.

Tapi, tak mau kalah dengan keadaan, hal ini justru disiasati cerdik oleh para mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP ini, dengan cara membentuk sebuah perusahaan buy kamagra barang dan jasa khusus pelestarian mangrove, yang bernama KeSEMaT Mangrove Indonesia (CV KeMANGI).

CV KeMANGI sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011. Bersama dengan para Alumninya, yang tergabung dalam Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT), keduanya membantu pendanaan celeb sex tapes KeSEMaT dan saling bersinergi dan berprestasi tinggi dalam upayanya menyelamatkan hutan mangrove dan meningkatkan taraf hidup warga pesisir di Indonesia.

Selanjutnya, anggota KeSEMaT yang masih duduk di bangku kuliah, terkadang juga menimbulkan permasalahan, disaat mereka harus bekerja di lapangan melayani masyarakat pesisir, dalam memberikan penyuluhan, pelatihan dan penyadaran kepada warga pesisir.

Kendala ini disiasati KeSEMaT dengan acara membentuk banyak afiliasi mangrove, satu diantaranya adalah KeMANGTEER yang saat ini sudah memiliki dua cabang di Semarang dan Jakarta dan akan menyusul di Surabaya dan Yogyakarta, sehingga pembagian tugas dalam mengelola mangrove mereka, bisa teratasi dengan sangat baik.

Terlepas dari segala kendala dan solusi bijak yang telah ditemukan oleh KeSEMaT dalam mengatasi kelemahannya agar bisa terus menjaga kontinyuitas program-program rehabilitasi mangrove mereka, daya reduplikasi program-program mangrove KeSEMaT, juga sungguh dari luar biasa.

Masyarakat luas, terutama generasi muda Indonesia, bisa cartoon porn dengan cepat mereduplikasi kegiatan mangrove KeSEMaT, untuk diadopsi di daerahnya masing-masing. Sebut saja, program Mangrove REpLaNT yang mulai dirintis KeSEMaT di tahun 2003, saat ini sudah menjadi sebutan wajib untuk setiap program rehabilitasi dan penanaman mangrove yang dilakukan di beberapa pesisir di Jawa.

Sebagai tambahan, jargon dan sebutan seperti MANGROVING, MANGROVER, Bapak MANGROVER Indonesia, Salam MANGROVER, Semangat MANGROVER, SEMANGTEER dan lainnya, juga sudah membudaya di kalangan generasi muda Indonesia, terutama di media-media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Bahkan, setelah sukses menjadi juara 1 Nasional KOMPAS KAMPUS 2012, konsep MANGROVEST 2012, juga marak diadopsi oleh mahasiswa UNDIP dan universitas lainnya, sebagai wujud keberhasilan KeSEMaT dalam mengkampanyekan mangrove ke masyarakat Indonesia.

Satu lagi, yang menarik adalah, KeSEMaT adalah organisasi mahasiswa Indonesia, maka adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa apabila anak-anak muda Indonesia ini sudah mendapatkan kepercayaan dari institusi di tingkat nasional dan internasional sehingga membuat harum nama Indonesia di kancah internasional.

Tentu saja, hal ini sangat jarang ditemukan, dan tidak akan mungkin terjadi, apabila secara organisasi dan kapasitas, KeSEMaT tidak memiliki integritas yang tinggi. (AMH).

Bookmark and Share