Inspirasi KeSEMaT

KeSEMaT menjadikan Mangrove Sebagai Gaya Hidup. “Mangrove is Lifestyle”. Mereka hanya Unit Pelaksana Kegiatan (Organisasi Mahasiswa) di bawah Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang, namun upaya yang mereka lakukan jauh melebihi dari tugas dan tanggung jawab yang mereka emban sebagai mahasiswa.

Mereka berhasil mendirikan perusahaan mangrove berupa CV, bernama CV. KeSEMaT Mangrove Indonesia (CV. KeMANGI), mendirikan yayasan mangrove, bernama Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (Yayasan IKAMaT) dan komunitas relawan mangrove, bernama KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER).

Untuk mewujudkan slogan mereka, yaitu Mangrove Sebagai Gaya Hidup, mereka menciptakan 22 brands mangrove, 11 industri mangrove kreatif, tujuh divisi program mangrove untuk warga pesisir, sebelas relawan mangrove di berbagai kota di Indonesia dan empat warga binaan, masing-masing batik mangrove, jajanan mangrove dan pembibitan mangrove.

MANFAAT KEGIATAN KeSEMaT

Manfaat yang dirasakan atas kehadiran KeSEMaT, tak hanya dirasakan di Indonesia saja, namun juga dunia internasional, terutama di negara-negara jaringan Mangroves For The Future (MFF), di Asia Tenggara sehubungan dengan dua buah e-Book mangrove KeSEMaT yang bisa diunduh gratis di website MFF.

PROGRAM

Mangrove Adalah Gaya Hidup: Penyelamatan Ekosistem Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat di Pantai Utara Jawa dan Pengembangan Konsep dan Implementasi Industri Mangrove Kreatif di Indonesia.

URAIAN KEGIATAN

Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, berdiri dengan dasar hukum Surat Keterangan Ketua Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Nomor 18/J07.1.36/IK/10/2001.

Organisasi ini memiliki misi dan tujuan mengembangkan penelitian tentang ekosistem mangrove di kalangan mahasiswa, menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta mangrove di kalangan anggotanya, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, serta mewujudkan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat ilmiah dan mengarah kepada konservasi ekosistem mangrove, dengan motto "konservasi, penelitian, kampanye, pendidikan dan dokumentasi mangrove untuk generasi mendatang."

Sebagai organisasi mahasiswa, sesuai dengan motonya, KeSEMaT memfokuskan dirinya dalam kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi mangrove yang diimplementasikan dalam program-program pengajaran, penyuluhan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kampanye dan pendampingan pembelajaran konsep rehabilitasi mangrove yang baik dan benar dan teknik pengolahan bahan makanan berbahan baku mangrove untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat pesisir.

Konsep pembelajaran KeSEMaT yang unik, yaitu dengan program kampanye mangrovenya di internet, melalui Jaringan KeSEMaTONLINE-nya yang beralamat di www.kesemat.undip.ac.id, telah menjadikan kampanye mangrove di Indonesia menjadi sangat efektif.

Kelompok mahasiswa ini telah berhasil membangun sebuah portal mangrove yang menjangkau masyarakat di seluruh dunia. Kualitas program mangrove KeSEMaT terbukti sangat baik sehingga telah menembus batas “niche”-nya sebagai mahasiswa.

Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya dan dipercayainya organisasi mahasiswa di bawah Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang ini, bermitra dengan beberapa dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional serta organisasi dari dalam dan luar negeri yang menjadikan KeSEMaT sebagai organisasi mahasiswa, yang memiliki mitra kerja yang luas.

Organisasi mahasiswa ini, telah berhasil menulis tiga buah buku mangrove, yaitu Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Indonesia dan Beragam Bahan Olahan Berbahan Baku Mangrove serta 20 Dongeng Mangrove, hasil kerjasama mereka dengan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Mangroves For the Future (MFF) Thailand dan International Union for Conservation and Nature (IUCN) Swiss.

Buku ini, telah dijadikan semacam “rujukan” bagi para penggiat mangrove tak hanya di Jawa Tengah saja, tetapi di Indonesia, karena telah didistribusikan secara luas melalui forum-forum mangrove, seperti Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS), Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah dan Kelompok Kerja Mangrove Nasional (KKMN) di Jakarta.

Yang menarik adalah, buku mengenai pengolahan bahan makanan dan minuman dari mangrove ini, juga merupakan sebuah inovasi dan upaya KeSEMaT dalam rangka mempopulerkan kembali mangrove kepada masyarakat luas, melalui konsep wira usaha pemanfaatan buah-buahan mangrove untuk makanan, minuman, sabun, kerajinan batik, dan lain-lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

KeSEMaT memiliki program kerja mangrove kurang lebih 30 buah dalam jangka waktu satu tahun, yang mereka kerjakan dengan konsep swadaya (voluntary) dan kontinyu mulai dari tahun 2001 hingga sekarang.

Secara rutin, mereka menyelenggarakan dan mengikuti program pendampingan, penyuluhan, pelatihan, seminar dan kampanye mangrove tingkat regional hingga nasional ke berbagai level masyarakat, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional dan internasional.

KeSEMaT memiliki kurang lebih 35 mitra kerja yang terdiri dari LSM, dinas pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, kementerian dan institusi mangrove internasional dari luar negeri.

Saat ini, organisasi mangrove yang dikelola oleh mahasiswa ini, memegang peranan yang sangat strategis di tiga forum mangrove pemerintah, yaitu di tingkat cartoon porn pics kota (KKMKS), provinsi (KKMD Jawa Tengah) dan pusat (KKMN).

KeSEMaT aktif di ketiga forum tersebut sebagai pengelola website, anggota dan pengurus harian sehingga terlibat aktif dalam turut serta mengonsep dan mengimplementasikan beragam proyek dan program mangrove di ketiga forum tersebut dan seringkali berkunjung ke berbagai daerah pesisir di Pantai Utara Jawa untuk terjun langsung dan melihat permasalahan dan kondisi masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, kapasitas KeSEMaT yang telah berpengalaman dan berkecimpung dalam pengelolaan mangrove selama kurang lebih lima belas tahun terakhir, kiranya juga telah menarik minat dan perhatian dari banyak pihak sehingga menyewa mereka sebagai pembicara, tenaga ahli, penyuluh, pendamping, pengajar mangrove dan lain-lain terkait dengan pengelolaan mangrove sehingga para anggotanya juga telah berkunjung ke berbagai wilayah pesisir di Indonesia, seperti Balikpapan, Bali, Surabaya, Batam, Banggai, Bone, Aceh, Nias, Sumbawa, dan daerah lainnya, untuk membantu penelitian dan pemberdayaan masyarakat serta mengerjakan beragam pekerjaan dan proyek mangrove bersama dengan pemerintah, LSM, swasta (melalui program CSR-nya) dan institusi terkait di sana.

Program kerja KeSEMaT selama lima belas terakhir ini, telah membuktikan bahwa mereka berhasil mengimplementasikan program-program konservasi, rehabilitasi, dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil, dalam hal ini mangrove dengan sangat baik.

Konsep “pembangunan” mangrove KeSEMaT sangat unik dan orisinil dalam turut serta mengelola ekosistem mangrove di Indonesia, yang dituangkan di program-program kampanye industri mangrove kreatif mereka.

Ide-ide kreatif dan breakthrough, seperti mendirikan sukarelawan mangrove bernama KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) di berbagai kota pesisir di Indonesia, membangun portal mangrove KeSEMaTONLINE, membuat buku mangrove, menyutradarai film mangrove, menulis Cerita Mangrove (Cermang), membuat Majalah Mangrove MANGROVEMAGZ, mendirikan jasa pemetaan mangrove Mangrove Map, membuat Batik Bakau, menginisiasi hadirnya Mangrover Cilik (Mangcil), menggambar komik mangrove Detektif Mangrove Mat Kesem, menciptakan band mangrove bernama KeSEMaTUSTIK, menginisiasi hadirnya dongeng mangrove dengan media Boneka Mangrove (Bomang), membuat gerakan Koin Untuk Mangrove bernama Kumang, sangat aktif berkampanye mangrove di media dan jejaring sosial terkini, diantaranya seperti: YouTube, Google+, Quora, Facebook, Twitter, KASKUS, Blog, dan lain-lain, mengisyaratkan bahwa KeSEMaT sangat inovatif dalam mengkampanyekan mangrove dengan cara yang lebih modern tanpa meninggalkan yang konvensional.

MANFAAT KEGIATAN TERHADAP INOVASI DAN IPTEK

Kampanye pelestarian ekosistem mangrove demi masa depan yang lebih baik, menjadi tujuan utama mereka di setiap program dan proyek mangrove yang KeSEMaT black porn videos kerjakan. Untuk itulah, mereka mencoba berinovasi, menginisiasi hadirnya berbagai produk barang dan jasa industri mangrove kreatif dalam naungan badan hukum perusahaan mereka, yaitu CV. KeMANGI. 

LOKASI KEGIATAN DAN LUAS AREAL KEGIATAN

Untuk penyelamatan ekosistem mangrove melalui pembuatan Pusat Pendidikan Keanekaragaman Hayati Jenis Mangrove dipusatkan di Teluk Awur, Jepara dengan total area kurang lebih 1 ha.

Untuk program pendampingan penanaman mangrove yang dilakukan oleh KeSEMaT bekerja sama dengan BUMN di Indonesia, maka luas total area yang sudah ditanami mangrove kurang lebih 38 ha, ini belum ditambah dengan kerja sama CSR KeSEMaT dan area kerja sebelas komunitas relawan mangrove mereka di berbagai kota di Indonesia.

Untuk pengembangan konsep dan implementasi industri mangrove kreatif di Indonesia dipusatkan di Mangkang Wetan dan, kawasan Bandara Ahmad Yani, Semarang, dengan membentuk empat warga binaan, yaitu satu warga binaan Batik Bakau (kelompok batik mangrove), dua warga binaan Mas Jamang (kelompok jajanan mangrove, di Mangkang Wetan) dan satu warga binaan KeSEMaT Nursery (kelompok pembibit mangrove, di kawasan Bandara Ahmad Yani).

MANFAAT KEGIATAN TERHADAP DAMPAK SOSIAL

KeSEMaT berhasil merubah persepsi masyarakat pesisir yang menganggap mangrove tak berguna, dengan cara membentuk empat warga binaan dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi Ibu-ibu istri nelayan, yang pada awalnya tidak bekerja, saat ini di tahun 2015 menjadi pengrajin batik mangrove dan jajanan mangrove.

Dengan bekerja sama dengan CSR perusahaan, KeSEMaT juga memberikan mata pencaharian tambahan kepada Bapak-bapak nelayan tambak, yaitu sebagai petani mangrove, yang saat ini bibitnya sudah banyak dipesan oleh berbagai institusi di Semarang dan luar Semarang.

WAKTU KEGIATAN

Untuk penyelamatan ekosistem mangrove melalui pembuatan Pusat Pendidikan Keanekaragaman Hayati Jenis Mangrove dipusatkan di Teluk Awur, Jepara sudah dilakukan 15 tahun, mulai dari 2001 sampai dengan sekarang (2016).

Untuk program rehabilitasi mangrove di luar Jepara, seperti di Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Demak, Pati, Semarang, Rembang, dan lain-lain, mulai dilakukan dari tahun 2012 sampai dengan sekarang, bekerjasama dengan berbagai CSR perusahaan, LSM dan pemerintah.

Untuk pengembangan konsep dan implementasi industri mangrove kreatif di Indonesia sudah dilakukan kurang lebih empat tahun terakhir ini, mulai dari 2011 sampai dengan 2016.

FAKTOR PENDORONG

Awalnya hanya sebuah keprihatinan akan rusaknya ekosistem mangrove di kampus mereka, yang terletak di pesisir Teluk Awur, Jepara. Namun, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah upaya penyelamatan ekosistem mangrove secara global.

MANFAAT KEGIATAN BAGI LINGKUNGAN HIDUP KeSEMaT

KeSEMaT erhasil menghijaukan kembali kurang lebih 1 ha lahan mangrove gundul di pesisir pantai Desa Teluk Awur, Jepara melalui program penanaman dan pemeliharaan mangrove secara kontinyu dengan kelulushidupan mencapai 90%, di setiap tahunnya, mulai dari tahun 2003 sampai dengan sekarang.

Selama kurun waktu 2003 sampai dengan 2016 ini, maka KeSEMaT telah menanam kurang lebih 100.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa, dengan tingkat kelulushidupan cukup tinggi, yaitu rata-rata 80%.

KeSEMaT berkontribusi nyata dalam turut serta menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna mangrove, dengan berbagai program kerja mangrovenya, sesuai dengan motonya di atas. Salah satu contohnya adalah, beberapa jenis mangrove yang dulunya tidak ditemukan di Teluk Awur, Jepara, yaitu Bruguiera gymnorrizha, kini bisa ditemukan di sana setelah mereka berhasil mendatangkan dan mengkayakannya dari Bali.

Selanjutnya, tumbuhnya beberapa jenis mangrove, seperti Rhizophora dan Ceriops di lahan yang dulunya gundul, telah berhasil menjadi tempat hidup beragam fauna mangrove, seperti kerang, ikan, burung migran, kepiting, udang dan lain-lain.

Pengkayaan spesies yang telah dilakukan KeSEMaT ini, sebagai perwujudan dari upaya mereka dalam aksi nyata penyelamatan jenis dan keanekaragaman hayati di bumi. Berkat MECoK pula, maka saat ini, kondisi vegetasi mangrove di Teluk Awur termasuk dalan vegetasi mangrove yang baik.

Kawasan mangrove yang ada di Teluk Awur ini memiliki tingkat keanekaragaman jenis flora mangrove yang beragam, ini terbukti dari banyaknya spesies mangrove yang ditemukan dari komponen mayor, minor dan asosiasi.

Ekosistem mangrove Teluk Awur berdasarkan pengamatan lapangan (2012), ditemukan 27 jenis flora mangrove yang terdiri dari 11 komponen mayor, 4 komponen minor dan 12 komponen asosiasi.

Mangrove Mayor: Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Lumnitzera racemosa, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Xylocarpus granatum.

Mangrove Minor: Acrosticum aureum, Aegiceras corniculatum, Exoecaria agallocha, dan Scyphiphora hidrophyllacea.

Mangrove Asosiasi: Acanthus illicifolious, Calotropis gigantea, Carbera manghas, Clerodendrum inerme, Hibiscus tilliaceus, Ipomea pes-caprae, Pandanus tectorius, Sesuvium portulacastrum, Spinifex littoreus, Terminalia catappa, Thesphesia populnea, dan Vitex ovata.

Biota yang ditemukan di lingkungan vegetasi mangrove Teluk Awur berdasarkan pengamatan, yang sering terlihat diantaranya berbagai jenis burung, insecta, ular, crustasea, bivalvia, mollusca, gastropoda, dan ikan.

Burung yang ditemukan dikategorikan menjadi dua, burung air dan burung darat. KeSEMaT (2008) dalam pengamatannya berhasil mengidentifikasi 26 spesies burung yang terdiri 9 jenis burung air dan 17 jenis burung darat. Keanekaragamn hayati di mangrove ini, tak hanya tumbuh dengan baik di Jepara saja, melainkan juga di semua lokasi rehabilitasi mangrove KeSEMaT, di Pantura Jawa dan beberapa lokasi di luar Jawa.

MANFAAT KEGIATAN BAGI MASYARAKAT

Keberhasilan KeSEMaT dalam mendirikan area konservasi dan pendidikan mangrove mereka di lahan yang dulunya gundul dengan usaha swadaya anggota mereka, yang diberi nama Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), membuktikan bahwa dampak kegiatan mangrove KeSEMaT sangat baik bagi kawasan pesisir, terutama di desa Teluk Awur.

Sebelum adanya MECoK, abrasi sering terjadi di pantai tersebut, yang saat ini sudah mulai bisa dicegah dan diminimalisir. Mangrove yang saat ini tumbuh kurang lebih sembilan meter, berhasil menjadi penghalang-abrasi-alami yang sempurna, serta mampu memulihkan kondisi ekologis vegetasi mangrove di pesisir pantai Teluk Awur.

Kesuksesan KeSEMaT mengelola MECoK pada akhirnya membuat pemerintah kabupaten Jepara menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu hutan kota di Jepara, yang tentunya merupakan pencapaian yang luar biasa bagi KeSEMaT dalam menjaga keanekaragaman hayati, terutama hutan mangrove di kawasan Jepara.

Bersama dengan mitra kerjanya, baik pemerintah maupun swasta di Semarang, KeSEMaT juga telah melakukan program kemitraan berkonsep pemberdayaan masyarakat. Sebuah konsep pembangunan kebun bibit mangrove dengan tujuan untuk implementasi program pemeliharaan mangrove yang hot lesbian porn belum dilakukan di Semarang, sebagai hasil dari proses adopsi dari konsep mereka membangun MECoK di Jepara, terbukti berhasil merubah persepsi masyarakat mengenai teknik rehabilitasi mangrove yang selama ini dijalankan di Semarang.

Saat ini, kebun bibit mangrove tersebut, juga telah berhasil dijadikan salah satu cara untuk menambah penghasilan kelompok masyarakat setempat, dengan cara menjualnya ke beberapa pihak yang membutuhkan.

HAMBATAN DAN SOLUSI

Torehan prestasi KeSEMaT dalam bidang rehabilitasi mangrove di Indonesia ini, juga tak lepas dari kendala, terutama dalam hal pendanaan. Konsep swadaya - dimana mereka menyisihkan uang saku kuliahnya untuk membiayai program-program rehabilitasi mangrove mereka secara mandiri -, yang “dianut” oleh anak-anak muda ini, terkadang menimbulkan masalah disaat mereka harus menjalankan 30-an program kerjanya di setiap tahunnya.

Tapi, tak mau kalah dengan keadaan, hal write my essay ini justru disiasati cerdik oleh para mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP ini, dengan cara membentuk sebuah perusahaan barang dan jasa khusus pelestarian mangrove, yang bernama KeSEMaT Mangrove Indonesia (CV KeMANGI). CV KeMANGI sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011.

Bersama dengan para Alumninya, yang tergabung dalam Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) yang didirikan pada tahun 2014, keduanya membantu pendanaan KeSEMaT dan saling bersinergi dan berprestasi tinggi dalam upayanya menyelamatkan hutan mangrove dan meningkatkan taraf hidup warga pesisir di Indonesia.

Bersama dengan Yayasan IKAMaT, KeSEMaT membentuk tujuh divisi untuk membantu pemerintah dalam mengelola mangrove dan pesisir di Indonesia, yaitu divisi mangrove, sanitasi lingkungan, relawan, sertifikasi, ekowisata, pengembangan masyarakat dan proyek lain terkait mangrove dan warga pesisir.

Selanjutnya, anggota KeSEMaT yang masih duduk di bangku kuliah, terkadang juga menimbulkan permasalahan, disaat mereka harus bekerja di lapangan melayani masyarakat pesisir, dalam memberikan penyuluhan, pelatihan dan hot lesbian porn penyadaran kepada warga pesisir.

Kendala ini disiasati KeSEMaT dengan acara membentuk banyak afiliasi mangrove, satu diantaranya adalah KeMANGTEER yang saat ini sudah memiliki sebelas cabang, diantaranya di Semarang, Jakarta, Malang, Jogjakarta, Serang, Tangerang, Medan, Langsa, Bengkalis dan Dumai sehingga pembagian tugas dalam mengelola mangrove mereka, bisa teratasi dengan sangat baik.

ASAL DANA

Swadaya dan donatur, diantaranya dari UNDIP, BUMN, kementerian dan dinas pemerintahan mobile porn terkait.

PENGGUNAAN ANGGARAN

Keuntungan kegiatan hanya digunakan untuk mengembangkan infrastruktur Kantor KeSEMaT dan program kerja mereka, saja.

MANFAAT KEGIATAN BAGI KEBIJAKAN DAN PENGEMBANGAN KE DEPAN

Selain tetap menjaga kontinuitas program pemeliharaan MECoK di Jepara dan terus mengembangkan industri kretaifnya, saat ini, KeSEMaT juga sedang menggodok, konsep Sertifikat Keahlian untuk Tenaga Ahli dan Pelaksana Proyek Mangrove untuk meminimalisir kegagalan proyek rehabilitasi mangrove yang semakin marak di Indonesia.

Hebatnya lagi, kampanye Sertifikasi Mangrove Safe KeSEMaT yang dipergunakan sebagai sebuah jaminan bagi perusahaan pertambakan terutama udang agar mau dan mampu melindungi daerah mangrove-nya, merupakan ide kreatif dan inovatif yang juga telah berhasil “diadopsi” ke tingkat nasional, sebagai salah satu kampanye program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, di tahun 2009 silam.

Selanjutnya, berlatar belakang akademisi, telah menjadikan KeSEMaT sebagai agen mangrove yang bisa dipertanggungjawabkan keahliannya dan terbukti mampu menjembatani antara semua stakeholder mangrove di semua level masyarakat.

Hal ini, bisa dibuktikan dari tingkat partisipasi dan respon yang sangat baik dari setiap kampanye dan program mangrove yang diselenggarakan oleh KeSEMaT, sehingga mereka berhasil mempertemukan ratusan penggiat mangrove dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri, selama kurang lebih tiga belas tahun terakhir ini.

Delapan penghargaan bergengsi porno gay yang diraih KeSEMaT adalah sebagai berikut:

1. Juara II Adibakti hot milfs Mina Bahari tahun 2007 tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai Insan Peduli Lingkungan Pesisir kategori Lembaga Swadaya Masyarakat.

2. Juara III Adibakti Mina Bahari tahun 2011 tingkat Nasional bidang Pesisir kategori Kelompok Masyarakat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

3. Penghargaan Rektor Universitas Diponegoro tahun 2011 sebagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan Berprestasi Nasional.

4. Juara I tingkat Nasional KOMPAS KAMPUS tahun 2012 Green Living and Youth Creativity judul program MANGROVEST 2012 : Green Coastal, Clean Environment.

5. Peraih Penghargaan Coastal Award 2012 Kategori Akademisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

6. Peraih KEHATI Award mom sex VIII Tahun 2015 Kategori Tunas Lestari Kehati.

7. Peraih Penghargaan Soegondo Djojopoespito Award 2015 sebagai Juara 1 Organisasi Kepemudaan Berprestasi Nasional Kategori Organisasi Kemahasiswaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

8. Peraih TAYO ASEAN Award sebagai organisasi terbaik se-Asia Tenggara.

MANFAAT KEGIATAN TERHADAP WAKTU DAN REPLIKASI

Terlepas dari segala kendala dan solusi bijak yang telah ditemukan oleh KeSEMaT dalam mengatasi kelemahannya agar bisa terus menjaga kontinyuitas program-program rehabilitasi mangrove mereka, daya reduplikasi program-program mangrove KeSEMaT, juga sungguh dari luar biasa.

Masyarakat luas, terutama generasi muda Indonesia, bisa dengan cepat mereduplikasi kegiatan cartoon porn mangrove KeSEMaT, untuk diadopsi di daerahnya masing-masing. Sebut saja, program Mangrove REpLaNT yang mulai dirintis KeSEMaT di tahun 2003, saat ini sudah menjadi sebutan wajib untuk setiap program rehabilitasi dan penanaman mangrove yang dilakukan di beberapa pesisir di Jawa.

Sebagai tambahan, jargon dan sebutan seperti MANGROVING, MANGROVER, Bapak MANGROVER Indonesia, Salam MANGROVER, Semangat MANGROVER, SEMANGTEER dan lainnya, juga sudah membudaya di kalangan generasi muda Indonesia, terutama di media-media sosial, seperti Twitter, Instagram dan Facebook.

Bahkan, setelah sukses menjadi juara 1 Nasional KOMPAS KAMPUS 2012, konsep MANGROVEST 2012, juga marak diadopsi oleh mahasiswa UNDIP dan universitas lainnya, sebagai wujud keberhasilan KeSEMaT dalam mengkampanyekan mangrove ke masyarakat Indonesia.

Satu lagi, yang menarik adalah, KeSEMaT adalah organisasi mahasiswa Indonesia, maka adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa apabila anak-anak muda Indonesia ini sudah mendapatkan kepercayaan dari institusi di tingkat nasional dan internasional sehingga membuat harum nama Indonesia di kancah internasional.

Tentu saja, hal ini sangat jarang ditemukan, dan tidak akan mungkin terjadi, apabila secara organisasi dan kapasitas, KeSEMaT tidak memiliki integritas yang tinggi.

Bookmark and Share