Admin

<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://news.rsspump.com/" title="">news</a></div>

Articles

Hasil MONEV Penanaman Mangrove KeSEMaT dan PERHUTANI di Pesisir Pantura

Jepara - KeSEMaTONLINE. Pada tanggal 13 - 15 Mei 2013, KeSEMaT yang diwakili oleh Bapak Sapto Pamungkas (KeMANGI) dan Sdr. Galih Eko Nugroho (MENKOMSI) bersama dengan PERHUTANI Jakarta yang diwakili oleh Bapak Indiyanto dan Bapak Sunaryo (KPH Semarang) melakukan monev ke pesisir Pantura, yaitu di Semarang, Demak, Jepara, Rembang, dan Pati Jawa Tengah.

Monev ini adalah monev lanjutan yang telah dilakukan oleh KeSEMaT dan PERHUTANI beberapa waktu yang lalu, dalam Program BUMN Peduli Pelestarian Alam dan Lingkungan untuk memantau perkembangan dan kelulushidupan bibit mangrove yang telah ditanam.

Monev diawali dengan kunjungan ke daerah Sayung, Kabupaten Demak. Di daerah ini, bibit yang ditanam adalah bibit jenis mangrove asosiasi, yaitu Cemara Laut (Casuarina). Penanamannya sendiri terbagi menjadi tiga tempat, tempat pertama berada di SDN 2 Morosari, tempat kedua berada di Pinggir jalan dukuh Morosari dan tempat ketiga berada di sabuk pantai dukuh Morosari.

Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke daerah Tanggul Tlare, Kabupaten Jepara. Di daerah ini bibit yang ditanam adalah jenis Api-api (Avicennia). Untuk penanamannya sendiri hanya terpusat di satu tempat, yaitu di tambak milik warga.

Keesokan harinya, monev dilanjutkan ke Pasar Banggi, Kabupaten Rembang. Di daerah ini, bibit yang ditanam adalah jenis Api-api dan Cemara Laut. Tempat penanamannya sendiri terpisah, untuk bibit jenis Api-api ditanam di sabuk pantai dan untuk bibit jenis Cemara Laut ditanam di dekat perumahan warga.

Hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan monev ke daerah Pati dan Semarang. Untuk di daerah Pati, bibit yang ditanam adalah jenis Api-api. Untuk di Tambakrejo, Semarang, bibit yang ditanam adalah jenis bibit Api-api dan Cemara Laut.

Adapun metode yang yang digunakan oleh petani Tambakrejo untuk menanam, yaitu mereka dalam menanam untuk satu titik tidak menggunakan satu bibit, melainkan 2 atau 3 bibit dijadikan satu, kemudian ditanam dalam satu titik.

Monev dilakukan dengan cara melihat langsung kondisi yang terdapat di tempat penanaman dan melakukan wawancara langsung dengan tokoh masyarakat sekitar, tentang kondisi lingkungannya.

Di kelima lokasi, terlihat adanya dampak abrasi pantai, hama mangrove yang mengganggu tingkat kelulushidupan bibit mangrove dan sedimentasi terhadap lahan di sepanjang pesisir Pantura. Hasil kelulushidupan bbit mangrove yang telah ditanam bervariasi, antara 50 – 90%, tergantung kondisi di masing-masing lokasi.

Akan terus dilakukan monev secara periodik, untuk mengoptimalkan kelulushidupan bibit mangrove di masa depan, sehingga bisa turut membantu Indonesia, dalam menjaga kawasan mangrove di pesisirnya, demi masa depan yang lebih baik. Amin. Semangat MANGROVER!

Bookmark and Share